Yang Punya

Foto saya
Denpasar, Bali, Indonesia
terbang naik elang, diserempet naga. selamat datang, selamat membaca :)

Rabu, 11 Mei 2011

Indonesia Pencetak Pinokio Bungkuk

“Sekolah untuk meraih masa depan”. Inilah kata-kata yang selalu terbayang-bayang oleh murid-murid sekolahan. Pembahasan materi yang kurang mengasikkan, menegangkan, atau cenderung bersifat memaksa ini dapat membuat generasi muda tertekan, bahkan stres di masa mudanya. Paksaan ini dapat diartikan para siswa dipaksakan untuk segera mengerti kurikulum dalam kata lain menuntut, bukan menuntun siswa.

Setiap pagi murid-murid berjalan di halaman sekolah menuju kelas masing-masing dengan tas yang menggembung. Entah benar berisikan buku-buku pelajaran yang tebal, mahal dan bilingual (dua bahasa) yang belum tentu semua guru mengerti bahasa inggris itu, atau bisa dibilang mubazir kertas, atau mungkin tas itu berisikan batu yang setiap hari menemani mereka ‘belajar’.

Di jaman ini sangat susah membedakan antara “mendapatkan ilmu adalah hak setiap anak” dan “mendapatkan ilmu adalah kewajiban setiap anak”. Di sekolah murid-murid dipenuhi dengan perasaan beban. Sungguh ironis, semakin berkembangnya jaman, cara belajar seharusnya lebih efektif, efisien, menyenangkan dan asik. Tetapi anehnya, semakin banyak manusia yan berhasil menemukan karya-karya ilmiah, robot, atau penemuan-penemuan lainnya, malah tidak ada manusia yang dapat menemukan cara belajar yang benar-benar efisian waktu, dan efektif. Bahkan jaman sekarang anak-anak dituntut untuk belajar dengan cara yang menyusahkan dan menjadi beban oleh murid. Bayangkan saja, setiap hari sang anak harus menanggung beban mata pelajaran, menghapal rumus ini itu, membuat tugas ini itu, les ini itu, pelatihan ini itu, bimbel untuk UN, untuk masuk ke perguruan tinggi, untuk masa depan. Katanya. Padahal belum tentu semua kurikulum atau paksaan-paksaan itu bisa sesuai dengan cita-cita atau bakat sang anak.

Pemaksaan yang mungkin saja berujung sia-sia itu telah mengambil keindahan masa kecl sang anak, kehilangan waktu bermain, belajar dari pagi sampai sore, ketika sampai di rumah harus belajar lagi untuk esoknya dan kadang tidak pernah bisa menikmati tidur nyenyak. Bahkan, untuk mengembangkan hobinya di bidang lain pun susah karena tuntutan untuk belajar sains, sains, dan sains, padahal hobi bisa dibilang sebagai bakat yang terpendam. Yang terbayang hanyalah guru-guru yang siap memarahi kita apabila terlambat datang ke sekolah, ketika tidak membuat tugas, ketika tidak hafal rumus. Belum lagi tagihan-tagihan pembayarang SPP, uang buku, uang kas. Untuk sekedar sarapan atau berkumpul dengan keluarga pun harus tertunda karena paksaan yang disebut belajar ini.

Seperti anak-anak sekolah dasar di suatu kota. Dari pagi mereka sudah dituntut untuk tidak tenang, apalagi saat musim musim ujian, murid-murid di antar oleh orang tuanya menggunakan sepeda motor, sedangkan sang anak menunduk ke bawah sambil membaca buku tebal dan bilingual itu. Kebiasaan ini membahayakan siswa dan orang tua. Ini semata-mata karena ingin lulus dari derai paksaan selama 6 tahun di sekolah dasar, karena keputusan ‘angka’ dari pusat yang dapat menentukan kelulusan. Padahal, belum tentu anak-anak yang tidak lulus karena mata pelajaran sains atau teori-teori itu tidak memiliki talenta. Bisa saja ia memiliki bakat di bidang bahasa inggris, namun nilai IPA pada ujian mereka anjlok, dan mungkin seorang anak yang memiliki talenta di bidang kesenian, tetapi bidang kesenian tidak di-UN-kan, berarti pupuslah sudah harapan dan masa depan sang anak hanya karena angka penentu kelulusan tersebut.

Diliat dari fakta, dibandingkan dengan negara Jepang dan Australia, waktu libur dan waktu belajar diseimbangkan, tidak seperti Indonesia yang menuntut agar waktu belajar lebih lama dari pada waktu libur karena tuntutan-tuntutan kurikulum yang selalu bertambah dan bertambah padahal pada ujung-ujungnya hanya 5 mata pelajaran yang di-UN-kan. Tetapi kelima mata pelajaran itu belum tentu juga sesuai dengan bakat dan kemampuan generasi muda. UN memang penghambat jalannya kesuksesan generasi muda kita saat ini. Bayangkan, Jepang hanya mematok waktu belajar dari ... – hingga.... dan waktu libur dari ....... hingga ......., sedangkan untuk Australia

Memang sangat lebih baik kelulusan tidak hanya dilihat dari mata pelajaran yang di-UN-kan. Selain itu sebaiknya anak-anak tidak dituntut untuk selalu belajar sains, belajar matematika, belajar kimia, fisika, biologi, dan lain-lain yang menyangkut rumus-rumus karena masih banyak lagi bakat atau talenta yang bisa digali. Generasi-generasi yang sukses bukan hanya dari bidang akademis yang selalu diadu di kancah yang biasa atau mungkin disebut ‘olimpiade’. Kesenian, kebudayaan, atau bakat2 non akademis lain pun bisa menghasilkan uang, dan kesuksesan tanpa harus diadukan dengan kemampuan orang-orang yang lain. Jadi, belajar memang harus diimbangi dengan aspek-aspek lainnya. Belajar bukan hanya akademis yang selalu menghafal, berhitung, dan bereksperimen, tetapi belajar untuk sebuah pencapaian kesuksesan juga bisa diartikan dalam non akademis, yang santai, tergantung hobi dan menyenangkan. Oleh karena itu, tak ada gunanya memaksakan kehendak anak dengan tuntutan selalu membawa buku besar, tebal, bilingual, di dalam ransel yang selalu di gendong anak setiap harinya dan membuat anak-anak kita bagaikan pinokio bungkuk yang digerakkan oleh peraturan-peraturan dan paksaan. Semoga untuk kedepannya Indonesia bukanlah pencetak pinokio bungkuk, tetapi pencipta orang-orang bertalenta yang tegak,berduit, dan tidak bungkuk.

Bertahan di Tengah ombak Globalisasi

Dijaman globalisasi ini, sangat banyak usaha-usaha atau pengaplikasian untuk mempertahankan budaya tanpa meninggalkan atau melawan arus globalisasi.

Budaya atau kesenian di Bali, sangat erat hubungannya dengan upacara adapt/keagamaan. Biasanya, remaja jaman sekarang sedikit yang memperhatikan dan menggemari, bahkan tidak banyak yang bisa dan mengerti cara membuat gebogan.

Gebogan adalah banten atau sesaji yang biasa dihaturkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sesaji ini biasanya berisi buah-buahan.

Bukan hanya itu, remaja saat ini banyak yang kurang mengerti cara membuat beberapa sarana persembahyangan seperti penjor, lamak, kwangen, pejati, dll.

Kurangnya perhatian remaja ini disebabkan karena beberapa faktor, yaitu kurangnya inisiatif lingkungansekitar bahwa budaya bali sangat berkaitan dengan upacara adapt, maka karena itu, SMAN 3 Denpasar mengadakan beberapa lomba-lomba di saat piodalan.

Ternyata tidak sedikit siswa yang antusias dengan perlombaan ini. Hasil-hasilnya pun cukup memuaskan dan sesuai denga kriteria. Lomba tersebut adealah lomba membuat lamak, gebogan, pejati, kwangen, canang sari, bahkan penjor.

Diharapkan agar para siswa dan siswi tidak hanya antusias di saat lomba saja, tetapi juga bisa mengembangkannya di kehidupan sehari-hari.

Lomba ini adalah salah satu cara untuk menunjukkan kreatifitas siswa dan mempertahankan budaya bali di tengah ombang-ambingnya globalisasi.

Bali Bukan Jakarta

Bali dan Pulau Bali bukanlah hal baru bagi dunia pariwisata Indonesia, juga dunia. Bahkan, di manca negara Bali lebih dikenal dibandingkan Indonesia. Perbincangan tentang Bali pun bukan hal yang baru setahun-dua mendominasi pemberitaan media-media masa baik nasional maupun internasional. Bali telah ‘go-international’ sejak dulu kala. Bali secara sadar atau tidak telah menjadi ikon kepariwisataan Indonesia di mata dunia.

Semakin lama di Bali yang telah tertanamkan kepercayaan tentang bhisama atau doktrin-doktrin yang disepakati untuk mengatur kesucian tempat-tempat suci di Bali sesuai dengan PHDI tahun 1994. Sebenarnya penyelewengan dari Bhisama ini telah ada sejak lama, namun baru disadari sekarang karena telah semakin terlihat. Sebagai contoh nyata, Bali Beach Hotel di wilayah Sanur yang merupakan bangunan tinggi sedangkan di bawahnya terdapat Pura atau tempat Suci.

Di bali telah tertanamkan kepercayaan dan keyakinan-keyakinan yang telah mendarah daging. Seperti yang kita ketahui, pemerintah di Bali sedang marak-maraknya membicarakan tentang perencanaan pembuatan Fly Over atau jembatan layang yang di buat untuk mengurangi kemacetan di wilayah Simpang Siur Kuta. Tetapi doktrin atau Bhisama yang berada di Bali bahwa Fly Over itu tidak di perbolehkan karena telah melewati tempat-tempat suci di bawahnya. Sedangkan beberapa orang-orang yang melewati Fly over tersebut bisa saja sedang dalam keadaan cuntaka atau “leteh” dalam bahasa Balinya. Pembangunan jalan layang di seputaran patung Dewa Ruci Kuta dengan panjang dua kilometer, diperkirakan akan menelan biaya antara Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar.

Perencanaan ini telah mengundang kontroversi bagi para penduduk di Bali karena Fly Over sepanjang 2 kilometer tentu akan melewati Padmasana atau Tempat suci di bawahnya dan itu akan mengakibatkan “leteh” pada bangunan suci yang ada di bawahnya. Dan Bali adalah bukan Bali lagi yang telah melanggar aturan-aturan yang sudah ada dan dipercaya di Bali.

Jika proyek pembangunan jalan fly over di simpang Dewa Ruci batal dilaksanakan, maka Bali tak akan pernah lagi mendapat jatah proyek prstisius dari Pemerintah Pusat. Mengapa pemerintah sangat menginginkan Dana untuk pembangunan Fly Over yang padahal rakyat di Bali masih banyak yang kurang mampu. Lebih baik dana tersebut di gunakan untuk membantu rakyat miskin yang ada di Bali.

Pemerintah seharusnya lebih memikirkan dalam-dalam tentang pembuatan Fly Over. Pemerintah Bali harus mengikuti Doktrin yang ada di Bali karena inilah Bali. Dan Bali bukanlah Jakarta. Masih banyak cara untuk mengindahkan dan melestarikan Bali tanpa merusak Bhisama yang ada. (Tar)

Jumat, 29 April 2011

KONDISI KRITIS AWAL MESTAKUNG




Untuk pertamakalinya dalam sejarah, Indonesia menjadi juara dunia Olimpiade Fisika Internasional
tahun 2006. Mau tahu rahasianya?
Apa yang terjadi ketika kita menuangkan pasir sedikit demi sedikit ke atas lantai? Ya betul, pasir akan
membentuk suatu bukit pasir kecil. Jika kita terus menuangkan pasir, bukit pasir ini makin lama makin
besar dan makin tinggi. Ketika bukit pasir mencapai suatu ketinggian tertentu yang kita sebut
ketinggian kritis terjadilah suatu keanehan. Pada ketinggian kritis ketika kita menjatuhkan beberapa
butir‐butir pasir, butir‐butir pasir ini mengatur dirinya. mempertahankan agar kemiringan bukit pasir
tetap sama. Aneh bukan? Sepertinya pasir‐pasir ini punya otak dan mampu bekerjasama untuk
menghitung sehingga kemiringan bukit pasir tidak berubah.



Peristiwa pengaturan diri seperti yang terjadi pada pembentukan bukit pasir ini merupakan
satu diantara ribuan bahkan jutaan peristiwa yang terjadi di alam ini. Peristiwa‐peristiwa ini terjadi
ketika suatu sistem berada pada kondisi kritis. Pada kondisi kritis, tiap individu berinteraksi dengan
individu‐individu lain. Kemudian individu‐individu ini secara bersama‐sama mengatur dirinya (self
organizing) sehingga mem‐brojol‐lah (emerge) sesuatu keadaan yang baru, yang berbeda dari
biasanya. Dalam fisika, proses pengaturan diri pada kondisi kritis dikenal sebagai fenomena kritis
(critical phenomena).
Apa yang terjadi ketika air dipanaskan pada tekanan sekitar 218 kali tekanan udara normal?
Pada kondisi ini ketika suhu air mencapai 3740C, terjadi keanehan. Air berada pada kondisi kritis,
yaitu air berada dalam dua wujud cair dan gas secara bersamaan. Pada kondisi kritis ini ketika suhu
air diturunkan sedikit saja, terjadilah pengaturan diri dalam molekul air. Seluruh molekul air (tidak
hanya satu, tetapi semua molekul) mengatur dirinya secara serentak mengubah wujud air menjadi
cair, mereka tidak lagi berada pada kondisi kritis..
Di sini kita lihat molekul‐molekul air bekerja bersama‐sama mengubah air menjadi wujud cair.
Jika hanya satu molekul saja yang bekerja, peristiwa perubahan wujud ini tidak akan terjadi. Kondisi
kritis telah mendorong semua molekul untuk mengatur dirinya lalu mengubah air menjadi uap air.
Saya namakan proses pengaturan diri secara bersama‐sama ini dengan istilah MESTAKUNG, yang
merupakan singkatan dari seMESTA menduKUNG. Disini kita bayangkan semesta (dalam hal ini
seluruh molekul air dan lingkungannya) bekerja bersama‐sama pada kondisi kritis menghasilkan suatu
perubahan yang tidak terduga.
Apa yang terjadi dengan angsa‐angsa yang hidup daerah 4 musim ketika musim dingin tiba?.
Angsa‐angsa ini merasa berada pada kondisi kritis. Jika mereka diam ditempat mereka akan mati,
kalaupun mereka harus terbang mereka juga akan mati karena tidak mungkin mereka terbang ribuan
kilometer. Disini terjadilah Mestakung terjadi, angsa‐angsa ini terbang dalam bentuk huruf “V” yang
sangat menghemat energi. Tidak ada yang merasa paling pintar, semua bekerja sama untuk
mempertahankan posisi “V” yang paling ideal ini.


Dalam bukunya Critical Mass: How One Thing Leads to Another, Phillip Ball mengatakan bahwa
hal yang unik dari suatu pertunjukan musik.. Ketika pengunjung merasa puas dengan pertunjukan itu,
mereka memberikan applause. Tiap orang terdorong untuk bertepuk tangan (kondisi kritis yaitu ingin
memberikan penghargaan, mendorong mereka melakukan ini), namun anehnya tepuk tangan mereka
bisa terjadi secara serentak dan berirama. Tidak ada paksaan namun bisa menghasilkan irama yang
baik.
Ketika Gultom dikejar anjing, Gultom keringatan. Gultom berada pada kondisi kritis. Dan keanehan
terjadi, secara seretak sel‐sel tubuh mengatur dirinya (bermestakung) menghasilkan energi ekstra
yang mengakibatkan Gultom dapat melompati pagar setinggi 1,5 meter. Padahal dalam kondisi biasa
belum tentu Gultom bisa melompat demikian tingginya.

Alamsyah tidak pandai menyanyi. Ia sangat malu setiap kali disuruh menyanyi di kelas. Tetapi suatu
saat kepala sekolah memanggil Alamsyah untuk mengikuti lomba menyanyi. Alamsyah ketakutam,
keringat dingin mulai keluar. Kondisi kritis. Terjadilah mestakung. Dari dalam diri Alamsyah ada
dorongan untuk dia belajar nyanyi. Lingkungan (semesta) mendukung. Orang tuanya mencarikan ia
guru les yang bagus. Guru‐gurunya mendukung, semua memberi dukungan buat Alamsyah. Akhirnya,
mau tahu apa hasilnya? Alamsyah keluar sebagai juara menyanyi tingkat propinsi Aceh. Luar biasa….
Joni seorang kepala cabang suatu bank ditargetkan mendapatkan dana segar dari masyarakat
sebanyak 30 miliar setahun. Kalau gagal ia bisa dipecat. Joni berada dalam kondisi kritis. Terjadi
mestakung dalam diri Joni dan lingkungan. Joni setiap hari menelfon banyak sekali nasabah dan
orang‐orang dikenalnya. Mereka yang sebelumnya tidak mau memindahkan depositonya menjadi
tergerak memindahkan depositonya ke bank dimana Joni bekerja. Teman‐teman yang semula acuh,
kini ikut‐ikutan sibuk dan membantu tanpa paksaan. Akhirnya diakhir tahun target 30 miliar ini bisa
tercapai.
Dalam pelatihan TOFI (Tim Olimpiade Fisika Indonesia), menjelang keberangkatan ke Singapura untuk
mengikuti kejuaraan dunia Fisika, pikiran para peserta training senantiasa kami tempatkan pada
kondisi kritis untuk membuat pilihan. Kami sering katakan bahwa mereka ini saat ini berada titik point
of no return. Hanya satu hal yang mereka harus lakukan yaitu belajar keras dan kejar medali emas.
Kalau mereka berhasil, masa depan mereka akan penuh harapan, tapi kalau gagal, usaha mereka
selama ini akan sia‐sia. Dorongan ini sangat memacu mereka untuk belajar dan belajar. Juga kami
ingatkan bahwa untuk jadi juara di Singapura adalah suatu kebanggaan luar biasa. Ini adalah
olimpiade terbesar sepanjang sejarah. Ini juga menjadi pendorong mereka untuk berusaha keras.
Ketika mereka sudah berada pada kondisi kritis, mereka belajar tanpa paksaan, dan ajaibnya
lingkungan mendukung. Terjadi mestakung. Andika peraih emas tahun 2005 secara full‐time
membantu mentraining siswa‐siswa kita. Dukungan juga mengalir dari berbagai pihak untuk
membantu terselenggaranya program training ini. Seorang motivator datang untuk ikut memotivasi
tim kita dan banyak lagi. Mestakung benar‐benar terlihat. Dan akhirnya tim Indonesia meraih 4 medali
emas dan 1 perak sekaligus merebut gelar The absolute winner, menjadi juara dunia.
Nah sekarang bagaimana kalau kita mau sukses? Betul… tempatkan diri kita pada kondisi kritis yaitu
dengan membuat sasaran setinggi mungkin dan bertindak sedini mungkin untuk mencapai sasaran
itu. Nanti mestakung akan terjadi dalam diri kita dan lingkungan sekeliling kita membuat kita mampu
mencapai sasaran yang tinggi itu. (Yohanes Surya).

MESTAKUNG

Apa yang terjadi ketika kita menuangkan pasir sedikit demi sedikit ke atas lantai? Ya betul, pasir akan membentuk suatu bukit pasir kecil. Jika kita terus menuangkan pasir, bukit pasir ini makin lama makin besar dan makin tinggi. Ketika bukit pasir mencapai suatu ketinggian tertentu yang kita sebut ketinggian kritis terjadilah suatu keanehan. Pada ketinggian kritis ketika kita terus menjatuhkan butir pasir, butir-butir pasir ini mengatur dirinya, mempertahankan agar kemiringan bukit pasir tidak berubah. Memang bukit semakin besar, tetapi kemiringan tetap sama. Aneh bukan? Sepertinya pasir-pasir ini punya otak untuk menghitung agar kemiringan bukit pasir tidak berubah.

Peristiwa pengaturan diri seperti yang terjadi pada pembentukan bukit pasir ini merupakan satu diantara ribuan bahkan jutaan peristiwa pengaturan diri yang terjadi di alam ini. Peristiwa-peristiwa pengaturan diri ini terjadi ketika suatu sistem berada pada kondisi kritis. Pada kondisi kritis, tiap individu berinteraksi dengan individu-individu lain. Kemudian individu-individu ini secara bersama-sama mengatur dirinya (self organizing criticality) sehingga mem-brojol-lah (emerge) sesuatu keadaan yang baru, yang berbeda dari biasanya. Dalam fisika, proses pengaturan diri pada kondisi kritis dikenal sebagai fenomena kritis (critical phenomena).

Apa yang terjadi pada air yang berada dalam kondisi kritis (kondisi dimana air berada dalam wujud cair dan gas secara bersamaan yaitu ketika air berada pada tekanan 218 kali tekanan udara normal dan suhu 3740C)? Disini juga terjadi proses pengaturan diri (self organizing criticality). Ketika suhu air kritis ini diturunkan sedikiiit saja, secara tiba-tiba seluruh molekul (tidak hanya satu, ya seluruh molekul), sepertinya ada yang menyuruh, mengubah air kritis menjadi cair. Atau ketika tekanan diturunkan sedikiit saja, maka secara tiba-tiba seluruh molekul akan mengubah air ini menjadi gas.

Proses pengaturan diri ini terjadi juga pada fenomena magnet yang dipanaskan sampai suhu kritis yang dinamakan suhu Curie. Magnet yang dipanaskan melewati suhu kritis ini secara tiba-tiba dapat kehilangan sifat magnetnya. Ataupun pada fenomena superkonduktor yaitu ketika suatu material didinginkan hingga suhu tertentu yang kita namakan suhu kritis, secara tiba-tiba kehilangan hambatan listriknya.

Dalam biologi peristiwa pengaturan diri ini terjadi pada angsa-angsa yang hidup didaerah 4 musim. Ketika musim dingin tiba angsa-angsa berada pada kondisi kritis. Jika mereka diam ditempat mereka akan mati, sebaliknya jika mereka harus terbang sendiri ribuan kilometer mencari daerah hangat, mereka juga akan mati (tidak sanggup terbang sejauh itu). Pada kondisi kritis ini terjadilah pengaturan diri, angsa-angsa ini secara ajaib membentuk suatu kelompok dan terbang dalam suatu formasi berbentuk huruf “V”. Pada formasi ini angsa terdepan mengeluarkan tenaga paling besar, ia membuka jalur udara untuk angsa-angsa dibelakangnya, sehingga angsa dibelakangnya dapat menghemat energi. Ketika angsa terdepan ini lelah, angsa dibelakangnya menggantikannya. Mereka mengatur diri hingga mereka bisa keluar dari kondisi kritis ini.

Ketika seorang dikejar anjing galak, orang itu berada pada kondisi kritis. Disini sel-sel tubuh orang ini mengatur diri. Sel-sel ini secara serentak mengubah ATP (adenin Tri phospat) menjadi ADP (adenin diphospat) dengan melepaskan phospatnya. Pengubahan ini menghasilkan energi ekstra yang digunakan untuk keluar dari kondisi kritis ini. Yang semula orang itu hanya bisa melompat 1 meter, kini secara tiba-tiba mampu melompat lebih dari 1,5 meter.

Ketika mengikuti acara pemberian medali Olimpiade Fisika Internasional, saat nama sang absolute winner (juara) diumumkan, secara serentak penonton berdiri memberikan tepuk tangan yang terus menerus, dengan irama yang enak didengar. Kembali kondisi kritis mendorong pengaturan diri (self organizing).

Peristiwa pengaturan diri pada kondisi kritis (Self organizing criticality) ini terjadi juga dalam bisnis atau kehidupan sosial. Seorang pebisnis ketika bisnisnya berada pada kondisi kritis, secara tiba-tiba menemukan jalan keluar, ada proses pengaturan diri dimana lingkungan (semesta) membantu dia untuk keluar dari krisisnya. Mereka sering namakan ini invisible hand. Atau seorang yang ingin sekali sembuh dari penyakitnya secara ajaib mendapat petunjuk dari sekelilingnya (dari temannya, saudaranya ataupun dari alam sekelilingnya) untuk sembuh dari penyakitnya. Alam mengatur dirinya untuk ia keluar dari kondisi kritis. Menurut suatu penelitian tubuh kita sudah mempunyai mekanisme sendiri untuk menyembuhkan berbagai penyakit melalui pengaturan sel-sel tubuhnya.

Peristiwa pengaturan diri pada keadaan kritis (self organizing criticality) untuk mengeluarkan kita dari kondisi kritis ini saya namakan MESTAKUNG (MES = seMESta, KUNG = menduKUNG). Ketika terjadi kondisi kritis Tuhan telah menyediakan semesta (yang dimaksud semesta dalam hal ini adalah sel-sel tubuh kita, pikiran, keluarga, teman, lingkungan dan alam sekitar kita) yang akan mengatur diri untuk membantu kita keluar dari kondisi ini.

Hukum Alam

Self organizing Criticality atau Mestakung ini merupakan hukum alam. Sama seperti hukum-hukum alam lainnya (misalnya hukum Gravitasi, hukum benda terapung dsb), hukum ini akan bekerja tidak tergantung pada apakah kita percaya atau tidak. Benda yang dilepas di atas permukaan bumi akan jatuh ke bawah, tidak pernah jatuh ke atas terlepas kita percaya atau tidak. Demikian hukum Mestakung ini akan bekerja pada siapa saja terlepas kita percaya atau tidak, terlepas kita agama, suku, atau ras apapun.

Hukum Mestakung ini terdiri dari 3 hukum yang saya ringkaskan sebagai Krilangkun (merupakan singkatan dari kata KRItis, LANGkah dan teKUN). Hukum ini berbunyi sebagai berikut:

Hukum 1: hukum Kritis

„Pada setiap kondisi KRITIS ada jalan keluar“

Hukum 2: hukum Langkah

„Ketika seorang MELANGKAH, ia akan melihat jalan keluar“

Hukum 3: hukum Tekun

„Ketika seorang TEKUN melangkah, ia akan mengalami mestakung (semesta mendukung).

Penjelasan hukum 1:

Telah kita lihat dalam berbagai contoh di atas bahwa pada setiap kondisi kritis pasti ada jalan untuk keluar dari kondisi kritis itu. Semua agama mengajarkan bahwa kalau kita berada dalam kondisi kritis jangan menyerah, Tuhan Yang Maha Kuasa sudah menyediakan jalan keluar.

Ada dua jenis kondisi kritis: kondisi kritis sekarang dan kondisi kritis yang diciptakan.

Kondisi kritis sekarang maksudnya adalah kondisi kritis yang sedang dialami atau sedang menimpa saat ini. Misalnya pada contoh diatas angsa yang sedang menghadapi musim dingin ataupun orang yang sedang dikejar anjing. Contoh lain adalah mereka yang sedang sakit, atau menghadapi masalah keluarga, masalah bisnis (hutang yang tidak terbayar) atau masalah apapun juga. Hukum ini mengatakan bahwa pada masalah-masalah ini ada jalan keluar. Jadi jangan takut, percayalah bahwa telah tersedia jalan keluar.

Kondisi kritis yang diciptakan adalah kondisi kritis yang kita buat sendiri. Misalnya pada contoh diatas adalah tentang pasir yang dituangkan membentuk bukit pasir ataupun air yang dibuat pada keadaan kritis. Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa menciptakan kondisi kritis yaitu dengan keluar dari zona kenyamanan (comfort zone) kita. Kita bisa membuat target-target yang tinggi misalnya penghasilan yang dua kali lipat lebih besar, juara dalam pertandingan tingkat dunia, membangun gereja besar, mengerti suatu hukum alam, menjadi peraih Nobel, mempunyai keluarga yang sejahtera, mendirikan sekolah ataupun mendirikan rumah sakit. Bagi mereka yang menginginkan suatu perubahan, ciptakanlah kondisi kondisi kritis berupa target-target yang tinggi.

Penjelasan hukum 2:

Kalau kita mau melihat jalan keluar dari kondisi kritis, kita harus melangkah yaitu dengan membuat strategi untuk menyelesaikan masalah itu, rajin bertanya pada banyak orang, meminta bantuan dan nasehat orang bijak, sharing (bercerita) pada orang disekitar kita, membaca buku dan literatur, belajar dari orang yang berhasil keluar dari kondisi yang mirip, berlatih keras, ataupun merenung sambil berpikir.

Ketika kita melangkah inilah kita akan melihat titik-titik terang berupa pemecahan masalah. Magnet pada kondisi kritis tidak mungkin kehilangan kemagnetannya kalau kita tidak menaikan suhunya. Suatu bahan superkonduktor yang berada pada suhu kritis tidak akan menjadi superkonduktor jika suhunya tidak diturunkan sedikit lagi. Angsa-angsa tidak mungkin keluar dari kondisi kritisnya jika ia tidak bertemu dengan angsa-angsa lain untuk terbang bersama. Orang yang dikejar anjing tidak mungkin lepas dari gigitan anjing jika tidak melangkah lari. Seorang yang ingin jadi presiden tidak mungkin bisa jadi presiden jika tidak membuat strategi kesana. Seorang yang ingin sembuh tidak mungkin sembuh jika tidak mencari jalan atau nasehat orang-orang yang sebelumnya pernah mengalami hal yang sama.

Penjelasan hukum 3:

Pada kondisi kritis, ketika kita terus melangkah dan melangkah dengan tekun, maka kita akan melihat mestakung, semesta mendukung kita untuk keluar dari kondisi kritis. Tuhan telah menciptakan semesta untuk kita keluar dari kondisi kritis ini. Mestakung hanya bekerja ketika kita tekun. Sel-sel orang yang dikejar anjing tidak mungkin menghasilkan energi yang lebih jika orang itu tidak tekun berlari dan berlari. Seorang Jonathan Pradhana Mailoa tidak mungkin jadi absolute winner olimpiade fisika ke 38 di Singapura jika tidak tekun berlatih dan berlatih (ketika berlatih dan berlatih keras inilah semesta mendukung, para pelatih terdorong untuk memberikan buku dan materi yang tepat, para sponsor terdorong untuk memberikan dana bagi pelatihan, keluarga mendukung, sekolah dan yayasannya mendukung, teman-temannya mendukung, semua mendukung sehingga apa yang diimpi-impikan oleh Jonathan berupa medali emas olimpiade fisika bisa tercapai).

Seorang Wahid Supriadi Supriadi tidak mungkin membuat Festival Indonesia di Melbourne. Menurut apa yang saya dengan dari Wahid Supriadi, Konsul Jenderal Indonesia di Melbourne KJRI tidak punya dana promosi untuk menyelenggarakan festival Indonesia ini. Mereka harus memutar otak untuk mencari dana. Mereka melangkah, KJRI mendirikan Lembaga Independen Festival Indonesia Inc. dengan modal nol! Mereka melangkah lagi, mengirim surat ke ratusan perusahaan/institusi potensial baik di Australia maupun di Indonesia untuk minta dukungan. Namun, responnya sangat menyedihkan. Apakah mereka menyerah? Tidak! Pak Wahid tekun melangkah, membangkitkan semangat para penyelenggara, menyusun strategi, menghubungi semua kontak baik individu maupun lembaga-lembaga swasta dan pemerintah yang masuk dalam mailing list KJRI, dan menjual program-program FI. Tahu apa yang terjadi? Terjadilah Mestakung di mana-mana. Mahasiswa-mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Australia menyingsingkan lengan bajunya. Mereka bekerja bersama-sama, mengatur acara, mencari dana, mengundang orang-orang terkenal dari Indonesia untuk acara seminar, mengundang para penari untuk menunjukkan budaya Indonesia, dan sebagainya. Beberapa Pemda mulai menunjukkan komitmennya, para sponsor pelan-pelan mulai menghubungi panitia, dan juga kalangan pengusaha mulai mendaftarkan diri untuk ikut konferensi walaupun harus membayar. Bahkan dalam minggu-minggu terakhir beberapa sponsor utama datang dan menyatakan komitmennya untuk membantu festival tersebut. Ribuan orang datang ke Federal Court di Melbourne untuk menyaksikan Festival yang luar biasa ini. Selama dua hari festival budaya, makanan, dan perdagangan dihadiri sekitar 67 ribu orang, sementara business conference dihadiri sekitar 150 pengusaha, pejabat Pemda baik dari Indonesia maupun Australia. Luar biasa! Selesai acara, pemerintah kota Melbourne memberikan pujian dan meminta agar acara ini dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun di Melbourne. Pemerintah Melbourne bahkan berjanji akan mendukung termasuk pendanaannya. Luar biasa! Ketekunan membangkitkan mestakung yang membantu keluar dari kondisi kritis.

Apakah Mestakung meniadakan peran Tuhan?

Ada yang bertanya pada saya apakah dengan adanya Mestakung, tidak ada lagi peran Tuhan? Jika tidak ada peran Tuhan apakah Tuhan itu perlu ada?

Dalam konsep mestakung, kita mengenal Tuhan sebagai pencipta Mestakung. Tuhanlah yang menciptakan semesta yang dapat mengatur diri ketika suatu sistem disekitarnya berada pada keadaan kritis, untuk membantu sistem itu keluar dari kondisi kritis. Disini peran Tuhan sangat jelas. Tanpa Tuhan tidak akan ada mestakung. Tanpa Tuhan tidak pernah ada konsep pengaturan diri sendiri yang begitu indah.

Senin, 11 April 2011

Ketika Kau Menyapa



Di sudut hariku
Kau datang hadir sentuh hampaku
Yang dulu tak pernah ku cari
Kini menghampiri

Sinarilah aku mentari
Hangatkan relung-relung jiwaku
Kini ku sadari oh kasih
Kau tercipta untukku

[*]
Ketika kau datang
Buyarkan jenuhku
Senyummu candamu
Hangatkan mimpiku

[**]
Cinta datang tiba-tiba
Cinta adalah anugerah yang kuasa
Cinta takkan sia-sia
Ketika kau menyapa

Di sudut hariku
Kau datang hadir sentuh hampaku
Yang dulu tak pernah ku cari
Kini menghampiri

Sinarilah aku oh kasih
Hangatkan relung-relung jiwaku
Kini ku sadari oh kasih
Kau tercipta untukku

Back to [*][**]

Ketika kau menyapa

kamus perasaan cewek...

lo kenapasih? = kenapa lo cuek gitu?

terserah aja = aku bingung pilih yang mana.

cantikan gue atau cewe itu? = bilang gue lebih cantik.

knapa mata lu liatin dia terus? pergi ama sapa? dimana? = cemburu.

aku takut = minta di temenin.

It's okay kalo kamu suka sama dia = jawab dong kamu lebih suka sama aku!!

ga ada apa-apa, lupakan aja = kamu lebih baik mencari tau apa salah kamu!

sibuk banget ya ? = kenapa sih lo gapernah ngasi gue kabar?

aku cemburu = aku sangat takut kehilanganmu!

bisa jaga kepercayaan aku kan ? = aku takut kamu ngancurin kepercayaanku

Tau ah = BT tingkat dewa.

udahlah aku ga apa apa kali = udahlah ga usah berlebihan kawatirnya.

ga apa-apa kok = untung kamu gak denger.

apa kamu masi inget tanggal jadian kita? = pengen tau kamu peduli apa enggak sama hubungan kita.

aku cinta kamu = katakan kamu mencintaiku.

pingin ketemu lo = gue kangen sama lo.

nggak kok aku jelek gini = makasih pujiannya,tapi aku merendah aja.

terserah kamu deh mau ngapain! = aku udah capek ngasitau kamu.

Kamu baik deh = nanti kalo aku minta tolong bantuin lagi ya.

Cowok nggak boleh pelit-pelit sama cewek = traktir gue dong.

Aduh, capek banget aku hari ini = Tanya aku dong, hari ini aku ngapain aja.

Nggak ada apa-apa tuh = Ada sih, tapi kamu ga perlu tau.

Itu cewek cantik juga yah = Awas aja kalo kamu bilang iya!

Cuma gitu-gitu aja tuh = Kamu nggak perlu tau.

aduh gimana ya? kamu baik, TAPI ... = kita lebih baik temenan aja.

"tinggalin gue sendiri" = jgn pergi, temenin gue, tapi jgn ngomong apa2.

yauda, boleh deh = sebenernya sih aku ga setuju.

Lakukan sesukamu = Kamu akan tanggung akibatnya nanti.

Oke, aku yang salah = Dasar cowok egois!

Ke sana jauh gak ya ? = berharap lo nganterin gue.

mungkin = tidak (kalo kata TS, mungkin = iya )

dia cantik banget ya = berharap kamu bilang "kamu juga cantik kok".

aku gak kesel kok = berharap kamu bakal ngerti kalo aku lagi kesel banget.

aku ga marah kok sama kamu = berharap kamu mengerti kalo aku sangat kecewa.

Aku sebel sama kamu = Aku marah, tapi tolong jangan tinggalkan aku.

Selamat ya, semoga kalian bahagia. :') = Kenapa harus dia? Kenapa bukan aku aja.

aku ikhlas kok kamu sama dia :') = dalam hati sebenernya ga nerima.

gue ga papa kok = kalo gue kasitaupun lo ga bakal ngerti perasaan gue.

lo udah ga butuh gue = gue masih sayang sama lo.

lg ngapainn? = lagi ga ada bahan bicaraan.

gak ada apapa kok = lo ga bakal ngerti,biar gue simpan aja.

lo duluan aja = lagi bete sama orang itu.

lo berubah = kangen lo yang dulu.

tau ah = BT banget.

kamu ga tau isi hatiku yang sebenarnya = aku cinta kamu.

aku menyesal = telah melakukan hal yang benar2 salah.

aku ga bawa uang = traktir doong.

terserah kamu aja = aku ga mau yang itu.

eh si A masih jadian sama si B ya? = mudah2an cepet putus.

gimana kabarmu sama si dia? = mudah2an hancur.

pa hp aku rusak nih = beliin baru bisa kali.

silahkan lakukan semua yang kamu mau ! = karma masih berlaku ya.

ga kok aku ga papa = semoga kamu mengerti maksudku yang sebenarnya.

aku takut = minta di temenin.

makasih untuk semuanya = berharap kamu bisa kembali padaku hari ini.

gue jelek banget = tolong puji penampilan gue yang cantik ini.

kamu jadian sama dia? Wah selamat ya! = kenapa ga gue aja coba.

gak tau! = ngertiin mau gue kek!

Oke, aku yang salah? = Dasar pria bebal, egois !!!

Aku cocoknya pake yang mana?? = Aku pake apa aja pantes kan ?

"Sendiri juga bisa koq" = Bantuin, goblog !!

Aku tidak marah = Tentu saja aku marah, bodoh!

Lakukan apa maumu = Kamu akan tanggung akibatnya nanti

Itu keputusanmu artinya Keliatan kan..keputusanku yg betul