Yang Punya
- Tara Anggita
- Denpasar, Bali, Indonesia
- terbang naik elang, diserempet naga. selamat datang, selamat membaca :)
Selasa, 19 Februari 2013
Jumat, 18 Januari 2013
Dimana Lagi Konser Gratis, Ketemu Artis, Dapat Snack, Stiker dan Nasi Bungkus Ge-Ra-Tis
Karpet undangan sudah dibuka, kakSanjay dan teman-temannya mendahului duduk untuk membuang “ketidakjuarian”
undangan yang lain untuk duduk. Begitupun aku, yang diajak duduk di depan oleh
kak Putri. Kebetulan aku ingin mengabadikan momen-momen saat artis manggung di
singgasananya. Aku perhatikan, singgasana mereka sederhana tapi tetap konsisten
pada konsep.
#2ndEmoniversary
Selasa, 08 Januari 2013
Green Economy: Sebuah Citra Tanpa Aksi
Green
Economy: Sebuah Citra Tanpa Aksi
Oleh:
Pande Putu Tara Anggita Indyaswari
Green economy
atau ekonomi hijau kini mulai menjadi trend
di berbagai Negara. Green economy
adalah solusi dari ancaman kehancuran peradaban yang diakibatkan oleh pencemaran
dan kerusakan lingkungan. Lantas sudahkah Indonesia juga menerapkan Green Economy?
Jurnalis Ekonomi Bicara Lingkungan?
Profil
Dewa Ayu Widyastiti S.
Jurnalis
Ekonomi Bicara Lingkungan?
“Teori sih sudah ada, tapi penerapannya masih
perlu dipertanyakan.” Sepetik kalimat yang dilontarkan oleh gadis manis
pemerhati perkembangan lingkungan.
Selasa, 13 November 2012
17 AGUSTUS di ATAS AWAN
| bermalam di gunung agung |
17 Agustus. Berkat Trisma aku tau bagaimana perjuangan pahlawan kita untuk mencapai kemerdekaan. Sekolah ini yang mengajarkanku bahwa bukan hal yang mudah untuk mencapai sesuatu. Butuh perjuangan usaha, dan kesungguhan. Datang dan Pergi untuk sebuah cita-cita. Kami tau, bukan perkara yang mudah untuk mendapatkan, tapi apa daya. Maafkan kami, untuk merasakan perjuanganmu, kami "baru" hanya mampu mewujudkannya melalui 17 Agustus di puncak gunung. Tapi, untuk selanjutnya akan kami usahakan, walaupun kami tau, kami bukanlah yang mampu dengan gamblang mengikutimu.
Senin, 05 November 2012
REMAH-REMAH KATA
Remah-remah kata yang manis itu seperti tak ingin berpisah dariku, aku
rasa mereka merasa riang karena aku menghargai mereka sebagai kata-kata dan
menggunakannya dengan apik. Melekat… Melekat seperti aku adalah ibu yang
melahirkan mereka, entah dari mana insting ini aku dapatkan. Seakan-akan
“mereka” memang ingin tetap menjadi milikku..
Langganan:
Postingan (Atom)

