Yang Punya

Foto saya
Denpasar, Bali, Indonesia
terbang naik elang, diserempet naga. selamat datang, selamat membaca :)

Kamis, 04 Agustus 2011

Pantai Adalah Basah

Baru nyampe :D


koplo buduh


saat-saat sebelum kelelep karna tarjo


semua uda basah, dan sekarang saat-saat aku bakalan jadi korban pembasahan

Mandi Bareng ;p

Aku dan Nopik

ini dia, satpam yang fotoin :p



Lupa tanggal berapa, yang aku inget sih hari selasa, waktu libur terus ada pengumuman pembagian kelas di sekolah jam 1 siang.
pertamanya aku diajakin sama saudaraku, Idon buat kanoan di Sanur, tapi dia telat bangun.
yaudah aku ke sana sama temen-temen yang ada di denpasar ajh.
pertamanya kita makan di MCD sanur.
aku, koplo, meidy, inna, tarjo, numpi,
pertamanya males banget. soalnya panes giiilak disana
tapi karena koplo semangat, ga tau kenapa aku ikut ikutan main di sana walaupun cuman sebatas kaki aja yang basah.
yang lain juga gitu
tapi tarjo malah diem di pinggir pantai sambil foto-fotoin kita :D
takut item katanya
gaaayaa kalik

tapi ujung-ujungnya dia nyebur dan basah kuyup
intinya, dia sama koplo aja yang basah total
cewek-ceweknya masih sebatas kaki
tapi si tarjo jail gilak
meidy di tarik terus nyebur
target selanjutnya novi
terus inna
dan terakhir yang paling ga mau basah, AKU
di ceburin gilak sama makhluk-makhluk biadab bin ajaib itu.
yah dan kesimpulan terakhir yang bisa ditarik, kalo ke pante pasti basah!

dan selanjutnya kita pergi ke kamar mandi, kalian tau?
kita mandi bareng!!!
tapi kamar mandi nya terbuka kok
walaupun ada pintunya
hehehe
seru pokoke
lama banget kita monopoli kamar mandinya
mana ngga bawa baju ganti lagi
tp basah bgt
badan belang

terus dr sana, kita cuss makan siang ke KCF sanur
di sana kita foto-fotoan, makan dan makin akrab :p

curhat dikit, aku ke pante jugak buat ngilangin penat dan stres, tapi ujung-ujungnya abis dari pantai malah tambah stres karena beberapa hal. nangis malah.

Ice Cream: inspiration in class




ice cream, penyejuk suasana saat hati lg panas



Makanan dingin,manis,nan pekat ini pasti sudah gak asing dengan mulut kalian kan? Ya itulah es krim. Mau tau lebih banyak ga tentang es krim….Lanjut yuuup…. slurp!

Menurut catatan sejarah,es krim itu katanya ditemukan oleh bangsa Cina sekitar tahun 700M, dan menjadi persembahan bagi Raja Tang dari Dinasti Shang. Es krim sang raja ini ternyata dinbuat dari segenggam salju yang dibekukan dengan tambahan susu dan sari buah plus lumuran madu. waktu itu namanya disebut xuebaite. Terus, terbukanya hubungan dagang antara Cina dan Italia, membuka peluang bagi Marcopolo, si penjelajah lautan dari Italia membawa resep es krim ke negaranya. Bedanya, es krim dari negeri mafia itu dibuat dari sirop yang dibuat dengan campuran es. Nah, es krim ala Italia inilah yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru Eropa. di Amerika, es krim baru populer pada abad ke-19 seiring dengan penemuan mesin pembuat es krim khusus untuk memenuhi perminta an seantero rakyat Amerika yang tinggi terhadap es krim.

Kalo belum tau komposisi es krim secara umum, es krim dibuat dari bahan penstabil (stabilizer) dan perekat (emulsifier). untuk penyajiannya, bisa dengan scope cone, cake, atau stick. di beberapa negara, es krim malah disajikan dengan minuman hangat, dibentuk menjadi butiran-butiran kecil yang disebut minimelts, hingga digoreng.

fact about ic cream:

-mengandung 10%-16% lemak susu yang berfungsi memberi tekstur lembut pada es krim dan memberi citarasa khas pada es krim,

-mengandung 12%-16% pemanis (sweetner) yang memberikan rasa manis pada es krim dan membuatny jadi lebih kental

-mengandung 55%-65% cairan yang berasal dari susu dan bahan lainnya sebagai unsur utama pembuatan es krim.

Dsc00002

Ada beberapa ciri khas es krim di dunia sesuai negara asalnya. Di Italia, es krim yang populer adalah Gelatoo sole mio ini juga punya sorbetto dari Italia bagian selatan dengan ciri khas citarasa lemon dan orange. di Perancis, es krim yang populer adalah eskrim dengan kadar liqueur (semacam alkohol pada minuman wine/bir) tinggi. Di Amerika lain lagi, karena masyarakatnya adalah penyuka makanan yang padat rasa dan porsi, maka eskrim dengan paduan cookies, karamel dan kacang-kacangan plus porsinya yang lebih besar (bisa seukuran double ampe triple scoop dari es krim lain) jadi eskrim favorit negeri pimpinan George W. Bush. di Turki, es krim yang populer adalah dondurma, es krim yang terbuat dari susu kambing dengan paduan sachlav (akar dari sejenis anggrek liar Turki yang dihaluskan). di India, es krim yang populer dengan sebutan kulfi dibuat dari susu kerbau dengan tambahan perasa pistachio, mangga, kapulaga, dan saffron. di Jepang, es krim dibuat dari teh hijau (maccha ice cream) dan kacang merah (ogura), ada juga es krim mochi yang memang dibuat dari adonan kue mochi. di Asia Tenggara, seperti Indonesia dan Malaysia kita mengenal es puter yang dibuat dari santan tanpa menggunakan krim. citarasa yang dipake juga khas Indonesia, seperti Kopyor, Advokad, dan kacang hijau. ada juga es potong dari negeri jiran dengan bahan dasar santan tapi dengan penyajian harus dipotong dulu, baru ditusuk ke stik atau diapit dengan roti (ice cream sand wich). (dalam bahasa Italia artinya "menjadi beku"), keunikannya, gelato hanya dibuat dari bahan dasar susu, pemanis, cokelat dan kacang-kacangan segar ampe kuning telur. yang paling penting, dengan komposisinya yang dibuat dari bahan segar, gelato memiliki kadar lemak lebih rendah 3% dari es krim biasa. cocok buat yang lagi diet. selain Gelato, negeri asal lagu

Saya begitu suka sesuatu yang biasa di sebut ice cream ... menurut saya ice cream bisa membuat awet muda .. hihih~ jadi makanlah ice cream ... oh ya, supaya lbih enak buatlah ice cream sendiri dan jangan lupa tambahkan potongan buah sesuai dengan rasa ice cream . pasti tambah yummiy .... kalo saya pribadi paling cintaaaa sama ice cream strawberry SELAMAT MENCOBA ....

Rabu, 03 Agustus 2011

We Are MADYAPADMA

you can find another madyapadma members in this blog!!
and please CLICK MADYAPADMA's SIGN above to know more about Madyapadma.

Krisna CM: click here!

Novi Arfirsta: click here!

Kompiang R.D: click here!

Wicaksana: click here!

Asti Dewi: click here!

Gus Koplo: click here!

Adnya sawitri: click here!

Baskara: click here!

Kak Gung WS: click here!

Kak Chami: click here!

and you can find all about Madyapadma in this link: Madyapadma's web

Jumat, 22 Juli 2011

For My Bestie in One Week :')

thx God, this is my wonderful thing that i had.

thx friends, thanks sister, thanks brother, i absolutelly can't forgeting all of you.

i love you all so indeed, i can't explain how my feeling for all of you. really. i love you all :')p**m** 34, dan kakak kakak **** .

keadaan di mana aku bisa merasakan tawa dan kebersamaan yang lama sudah tidak pernah aku rasakan,

keadaan di mana aku bisa merasakan perbedaan yang menyatu,

keadaan di mana aku tidak bisa mengatakan bahwa kesempatan ini harus berakhir, di hari ini, Sabtu, 23 April 2011

seminggu penuh bersama, penuh tawa dan tangis, tapi bisa saling melengkapi.

satu lagu buat kalian, sangat bermakna

aku inget tawa-tawa kalian, senyum kalian, ekspresi marah kalian, ekspresi kecewa, sedih, tengal, matah, aaaaaa

adik adik b***na jugak.

"Baru saja berakhir

Hujan di sore ini

Menyisakan keajaiban

Kilauan indahnya pelangi

Tak pernah terlewatkan

Dan tetap mengaguminya

Kesempatan seperti ini

Tak akan bisa di beli

Bersamamu ku habiskan waktu

Senang bisa mengenal dirimu

Rasanya semua begitu sempurna

Sayang untuk mengakhirinya

Melawan keterbatasan

Walau sedikit kemungkinan

Tak akan menyerah untuk hadapi

Hingga sedih tak mau datang lagi

Janganlah berganti"

ini lagu judulnya Sahabat Kecilnya Ipank.

setiap dengerin ini, inget pas kita ngegila di basecamp sama di rumput yang empuknya melebihi bed cover tempat tidurnya ratu inggris.

soalnya kita di sana rame-rame, jadinya kerasa lebih adem + nyaman.

oiya, satu lagi buat kalian sodara-sodaraku :')

Kawan dengarlah

Yang akan aku katakan

Tentang dirimu

Setelah selama ini

Ternyata kepalamu

Akan selalu BOTAK

Eh, Kamu kaya gorila

Cobalah kamu ngaca

Itu bibir balapan

Dari pada gigi lu

Kayak kelinci

Yang ini udah gendut

Suka marah-marah

Kau cacing kepanasan

Tapi ku tak perduli

Kau selalu di hati

Reff:

Kamu sangat berarti

Istimewa di hati

Selamanya rasa ini

Jika tua nanti

Kita t'lah hidup masing-masing

Ingatlah hari ini

Ketika kesepian menyerang diriku

Gak enak badan resah tak menentu

Ku tahu satu cara sembuhkan diriku

Ingat teman-temanku

Don't you worry just be happy

Temanmu di sini

Kembali ke Reff

Don't you worry don't be angry

Mending happy-happy

bakalan kangen nyanyi nyanyi bareng di basecamp,

you're my best ever.

Rabu, 18 Mei 2011

Tulisan

Aku bahagia dan merasakan terbang karenamu. Kamulah yang membuatku melayang dan lupa bahwa aku telah diatas. Lalu, aku jatuh karena kamu melepaskan genggamanmu. Aku sakit karenamu, sakit. Tapi setidaknya karenamu pula aku tau bagaimana caraku untuk bangkit sendiri dari sakit yang telah engkau berikan. Terimakasih. Hari yang cukup lama kau isi ruangan kosongku. Mungkin memang ruangan ini begitu kosong hingga semakin lama kamu sadar bahwa kekosongan ruangan ini menjenuhkan. Mungkin aku memang bukan orang yang bisa membuatmu nyaman, senang, dan tenang di dalam ruangan kosong yang telah aku sediakan. Sebenarnya semua itu aku sediakan bukan untuk kamu tempati saja. Tetapi saat itu aku percaya bahwa kamu lah yang bisa menata kembali ruangan kosong dan hancur itu. Mengisi ruangan itu dengan apa yang kamu punya agar aku tau seberapakah kamu mempu melengkapi ruangan itu. Aku percaya kamulah orang yang bisa, mau dan mampu. Tetapi akulah egois. Aku hanya berharap aku dapat mendapatkan apa yang aku mau darimu, tapa berfikir bahwa kamu juga mengharapkan sesuatu dariku. Hingga akhirnya aku tidak dapat memenuhi apa yang kamu inginkan, aku tidak dapat memberi apa yang kamu butuhkan, aku hanya bisa menagih apa yang aku pinta kepadamu, kamu pun jenuh, dan pergi. Pergi jauh dan menghempaskan aku yang sedang asik bergelut dengan tubuhmu sambil melayang tinggi dan tinggi dan merasa semakin tinggi, hingga aku terjatuh dan sakit. Sangat sakit. Tetapi darimu juga aku belajar bahwa semua itu bukanlah bagaimana kita menerima dan meminta, tetapi juga bagaimana kita saling memberi. Akulah egois. Tetapi akan aku perbaiki diriku selagi ada waktu. Aku benahi diriku dengan dia, yang saat ini sedang bersanding denganku diatas awan, mengajakku terbang kembali, mengisi dan menghiasi ruangan kosong dan membersihkan ruangan berdebu ini. Semoga dia bukan kamu dan aku bukan aku yang dulu. Sangat susah memang melupakan kisah lama. Luka ini memang sudah sembuh dan tidak berdarah lagi. Luka ini memang sudah kering, tetapi bekasnya tetap ada. Sangat susah menghilangkan kenangan yang sudah kita rajut selama itu. Tetapi aku bersyukur saat ini aku bisa menghilangkanmu dari benakku. Aku bisa menghilangakan bayanganmu dari ruangan yang sekarang sudah diwarna oleh sentuhan lembutnya. Kamu telah menyia-nyiakan apa yang kamu punya, dan aku tidak akan seperti itu karena aku tau kamu menyesal saat melepasku dan aku terjatuh. Aku sudah bahagia dan semoga kamu merasakan kebahagiaan yang sama sepertiku. Aku salah. Ya, aku salah telah menuntut, meminta, tanpa memberikan apa yang kamu mau, apa yang kamu minta. Kamu memang sudah terlalu sabar menghadapi aku yang egois. Dan aku tidak pernah menghiraukan. Aku salah dan kamu benar. Aku tidak akan menyalahkan kamu melepaskanku. Tapi aku menyalahkanmu jika kejadian yang sama dialami “Dia” karenamu! Jaga dia yang sekarang kamu miliki. Dia lebih pantas karena dia bisa memberikan apa yang kamu mau. Karena kalian bisa berbagi apa yang kalian inginkan. Tidak seperti apa yang dulu aku lakukan kepadamu. Tetapi aku berpesan, hendaknya CINTA didasari dengan ketulusan, bukan pamrih. Aku berdoa agar perpisahan ini membuat kita sadar bahwa kita tidak pantas disatukan sebagai kekasih, tetapi aku berharap agar persahabatan kita tetap ada seperti sebelum kita pernah menjalani dan melintasi jagat cinta berdua. Aku ingin dan berharap perpisahan ini indah karena ini adalah jalan awal untuk menemukan yang sepantasnya kita teduhkan. Dan untuk kamu, yang sekarang sedang menggenggamku, aku akan berusaha untuk berbagi selalu denganmu. Tidak hanya menagih, meminta, dan menerima. Tetapi akulah tidak sempurna, jadi terimalah aku dengan kekuranganku. Karena semua ini tidak akan sempurna jika kita tidak bisa menerima ketidaksempurnaan masing-masing. Aku sayang kamu “kakak” yang bisa menjadi ayah, guru, motivator, teman, sahabat, segalanya. 151010.

Minggu, 15 Mei 2011

Perahu Kertasku Memerah

Aku adalah seorang TKI asal Padang yang sekarang berada di Madagaskar untuk mmenuhi kebutuhan hidupku nanti.

Awal kejadian itu aku adalah anak kecil yang masih labil, yang kuanggap mati itu hanyalah untuk orang tua. Dan aku yang masih muda selalu menganggap bahwa mati itu hanyalah ‘gosip’ untuk anak kecil. Aku memiliki sahabat yang cantik, lebih cantik dari pada aku, matanya coklat dan rambutnya hitam lebat. Suaranya nyaring, dia senang bernyanyi, dan aku senantiasa menari.

Kerap ia menghempaskan raganya di pasir pinggir pantai dekat rumahku. Pantai yang berombak dan sejuk. Pantai yang berpasir hitam berkilau. Bahkan tidak jarang kami berenang di sana. Membantu Umi kami memanen rumput laut, dan kebiasaan kami saat kecil itu adalah bermain perahu kertas. Banyak, banyak sekali perahu kertas yang kita pakai untuk bermain di pantai.

Keunikan kami saat bermain perahu kertas adalah, setiap sore kami selalu saja sempat pergi ke pinggir pantai karena di sini kami bisa melepas penat setelah bersekolah atau beraktivitas. Tidak lupa kami selalu membawa kertas dengan pulpen. Setiap hari kami tuliskan keluh kesah kami di kertas itu, terkadang harapan, dan apa saja. Bahkan saat kami sedang bertengkarpun kami tetap datang ke pantai untuk menulis dan menghanyutkan perahu kertas itu. Kecuali saat salah satu diantara kita ada yang sakit, dengan sangat terpaksa kami tidak pergi ke pantai.

Kami adalah anak pesisir dan pantai adalah sarapan kami sehari-hari tetapi kami tidak pernah bosan dengan pantai ini, pantai yang menghadap lepas ke selatan Indah sekali, dan bersih tentunya, pasirnya berkilau seperti berlian yang bertaburan. Dan pantai adalah tempat yang sempurna untuk melepaskan semua masalah. Apalagi bersama sahabat kecilku.

Perahu kertasku memerah..

Sore, pada hari Jumat sekitar tahun 1978 aku tertidur di pinggir pantai sedangkan Ande, sahabatku yang cantik itu bernyanyi lagu khas daerah kami, Kampuang Nan Jauh di Mato. Ande memang nama lelaki, tetapi aslinya ia adalah gadis yang rupawan, aku pun menyeganinya. Merdu sekali suaranya.

Ande menarik tanganku, dan menarik aku ke dermaga yang agak jauh ke arah barat katanya ingin bermain di sekitar kapal kecil yang sedang berlabuh. Baik Ande, aku antarkan kamu.. di sanalah kami bermain perahu kertas dengan riang. Tetapi sebelumnya kami telah menulis harapan kami masing-masing. Aku belum sempat membaca apa saja isi perahu kertas Ande. Tetapi Ande sudah menaruh perahu kertas di permukaan air dekat dermaga dan lantas menceburkan diri ke sana. Aku pun ikut menaruh perahu kertas, lalu berenang bersama Ande. Tetapi perahu kertasku bukannya menjauh ke tengah laut mengikuti gelombang dan angin, malah mendekat ke arah belakang kapal kecil itu. Ande berenang cepat kearah belakang kapal dan berusaha mengambilkan perahu kertasku.

“hai elok, lihat ini aku dapatkan kapal mu..” cantik sekali Ande saat meneriakkan itu, ia tampak sumbringah. Tetapi inilah yang tidak pernah aku duga. Di umurnya yang ketujuh tahun ia pergi bersama perahu kertasku yang memerah itu. Iya memerah. Dan basah akan air mata yang asin.

Saat ia sedang tertawa-tawa di belakang kapal, kapal seketika hidup dan bergerak. Baling-baling besi belakang kapal berputar cepat dan aku takut. Aku lemas, layu, hilang kendali. Ande hancur. Kepalanya tak berbentuk. Itu yang aku lihat. Kepala Ande terkena baling-baling besi yang ukurannya 2 kali lebih besar dari pada kepalanya. Seketika suara tawanya menghilang. “Umiiiiii......”. yang kulihat saat itu adalah tangan Ande yang masih menggenggam perahu kertasku yang berisi harapan “Aku ingin bersahabat selamanya dengan Ande.” Dan perahu kertasku memerah terkena cipratan darah Ande yang menyebar di air asin itu. Teriakkanku tak kunjung usai. Berbentur dengan suara mesin kapal yang sudah berlayar itu. Dan, aku terbangun, ternyata aku sudah berada di kamarku.

Aku berlari keluar, ke rumah Ande. Ternyata apa yang aku lihat bukanlah mimpi, itu kenyataan, Umi sedang memeluk Umi Ande yang lemas sambil menangis histeris. Aku pun ikut menangis tetapi kehadiranku ditolak kakak Ande, abang Rizal. Abang Rizal mengira aku lah penyebabnya, padahal tidak. Bukan aku yang menyuruh Ande untuk pergi ke belakang kapal.aku berlari dan menceritakan semuanya kepada Abang Rizal. Walaupun dengan emosi yang meletup-letup tetapi akhirnya aku berpelukkan dengan Abang Rizal dan menangis. Lalu aku diantarkan ke dalam. Kata Umi, aku tak boleh masuk. Entah mengapa.. mungkin Umi tidak ingin aku menangis lebih keras.

Aku pergi ke kamar Ande. Kamarnya penuh dengan perahu kertas yang belum berisi harapan. Aku buka satu persatu tetapi kosong. Dan di perahu ketujuh, aku membaca sesuatu, yaitu, “..........., aku ingin menyusulmu. Abah hebat. Aku ingin bertemu denganmu. Perahu ini akan mengantarkan pesan-pesanku untuk Abah yang sedang berlayar. Tunggu aku Abah.”

Setauku Abah Ande sedang berlayar tetapi Ande bercerita bahwa Ande tidak pernah bertemu

Abahnya sejak ia lahir, bahkan Ande tidak tau bagaimana wajah Abah nya. Ande juga bercerita bahwa Abah Ande adalah nelayan yang hebat. Yang hingga saat ini masih berlayar untuk mencari nafkah. Tetapi sekarang aku tau, ternyata Abahnya sudah lama meninggal dan hilang di laut.

“Aku kehilangan sahabatku karena pantai. Mengapa kamu indah tetapi merenggutnya? Merenggut mereka yang kami sayang? Pantai oh pantai.” Semoga perahu kertas yang ku hanyutkan dari daratan Madagaskar ini bisa menyampaikan pesanku terhadap pantai dan laut.

M3stakung Kurang Mestakung

M3stakung oh Mestakung..

“Mestakung!” moto, pedoman, sekaligus nama kelompok yang akan kita gunakan saat lomba kording (koran dinding) di Dinas Kementrian Hukum dan HAM Sabtu, 14 Mei 2011. Ini sedikit cerita yang ingin aku bagi dan semoga kalian (para pembaca) bisa memetik pelajaran dari apa yang aku ceritakan ini.

Karamel dan M3stakung

Ini adalah lomba kording pertamaku di SMA. Dulu saat di SMP aku sudah mengikuti lomba kording se-Bali, hanya saja keberuntungan kurang memihak kepada kelompok kami saat SMP dulu. Tapi setidaknya perjuangan kami dihargai, karena hanya kamilah satu-satunya kelompok yang berasal dari SMP. Sedangkan lawan kami adalah SMA/SMK se-Bali. Kami hanya mendapat penghargaan sebagai “The Youngest Participant”. Dan saat itu akulah ketuanya. Adik-adikku sangat semangat saat berlomba, tetapi mungkin aku memang bukan ketua yang handal, tidak bisa menggerakkan adik-adikku dan memberikan teori yang benar. Tetapi, memang hanya itu ilmu yang bisa aku berikan saat SMP dulu kepada adik-adikku. Nama kelompok kami saat itu adalah “Karamel” yang memiliki arti tersendiri untuk setiap anggotanya. Dan kali ini, dengan M3stakunglah aku berjuang. Persiapannya serba-serbi dadakan. Hanya satu minggu, itu pun tidak sepenuhnya kami gunakan untuk persiapan. Dari yang pertama, aku diberikan pilihan antara laput, lapsus, dan profil. Menurutku sebagai pemula sebaiknya tidak langsung terjun ke laput dan lapsus karena itu adalah tanggung jawab yang berat. Jadi, profillah yang aku pilih karena kording mingguan di sekolah aku sudah terbiasa menulis profil.

H-1.

Inilah keanehan yang terjadi. Semua baru kita persiapkan, tetapi kami menjalaninya dengan senang hati. Mulai dari pembagian banyak kata perubrik, pembagian time schedule dan tugas-tugas, mencari printer dan laptop-laptop yang akan digunakan karena lomba kording yang kami ikuti adalah lomba kording on the spot. Dalam arti lain mengerjakan 98% di tempat dan tema ditentukan di tempat, narasumber juga ditempat. Yah, serupa dengan lomba kording ku di SMP dulu. Hanya saja di sini aku bisa merasakan pertandingan yang ketat dan kuat.

Madyapadma Butuh Printer

Masalah pertama adalah di printer. Printer kelompok SMAN 3 Denpasar I (S’m3rti) yang beranggotakan 8 orang yang terdiri dari Kak Eka, Kak Winda, Krisna, Dodek, indah, Bintang, Kak Dea, dan Kak Putri sudah lengkap. Sedangkan printer kelompok SMAN 3 Denpasar II (M3stakung) yang terdiri dari Kak juni sebagai layouter dan fotografer, Baskara sebagai Karikatur dan Artistik, Kak Suci sebagai penulis laput dan sastra, Astie sebagai penulis artikel, Kompiang sebagai penulis tajuk, Ditha sebagai penulis resensi dan aku sebagai penulis profil, hanya dapat satu printer.

Semesta Kurang Mendukung (Meskukung)

Aku dan Astie pergi ke rumah Dinda dengan semangat membawa motor vario. Jauh! Tidak aku duga ternyata sejauh itu rumah Dinda. Hingga akhirnya aku sampai di sana untuk meminjam printer. Aku kira printer Dinda sama seperti printer-printer biasanya yang bisa kita bawa dengan hanya menggunakan motor. Ternyata printer Dinda 4 kali lebih besar dari pada printer ukuran biasa. Besar dan lebar. Bahkan jok sepedan motorpun tidak cukup untuk kita duduki hanya karna printer itu. Aku pun menghubungi kak Suci yang berada di sekolah dan memberitahu bahwa kondisi tidak mengijinkan untuk membawa printer yang besar itu menggunakan motor, selain itu cuaca juga tidak mendukung. Hujan.

Sesampainya di sekolah, aku basah kuyup. Aku flu, memang sudah sejak beberapa hari yang lalu. Kak Adit mengingatkanku agar menjaga kondisi karena besok adalah saatnya untuk bertanding. Dingin, pusing, tetapi tetap aku paksakan ikut mempersiapkan sarana-sarana untuk lomba besok. Hingga akhirnya kita dapatkan banyak pinjaman printer. Hanya saja hanya satu yang bisa berfungsi baik.

Kawanku, lawanku.

Keesokan paginya, sudah ada satu printer yang bisa kita gunakan, sebelum lomba kita kembali mencoba printer-printer. Tetapi nihil, hanya satu printer yang bisa kita gunakan. Padahal dalam silabus maksimal 2 printer yang boleh kita gunakan untuk mempersingkat waktu saat lomba. Lantas kami berangkat ke tempat lomba dan bahan-bahan mentah kami titip di mobil kak Winda Dp. Sesampainya di sana, aku merasakan hawa persaingan yang ketat. Bahkan jujur, dengan kelompok SMAN 3 Denpasar I (S’m3rti) pun begitu. Kita bersaing. Dan waktu berlomba pun dimulai. M3stakung mendapatkan nomer urut 7 dan S’m3rti nomer urut 3.

Bapak Drs. I Ketut Karda M.Si

“Kalau kalian jeli, pasti kalian tau yang mana narasumber.” Ucap seorang panitia. Dan dengan sigap aku menghampiri seorang lelaki tua dengan baju dinas yang duduk di taman sambil memakan snak pemberian panitia. Aku kira aku salah orang karena hanya aku satu satu-satunya orang yang berani berdiri sendiri untuk wawancara. Dengan agak sedikit berani dan menghilangkan rasa malu, aku mangucapkan salam dan berusaha mengakrabkan diri dengan Bapak I Ketut Karda selaku guru Agama dan Spiritual di Unud. Setelah lama berbincang-bincang, masih saja aku sendiri yang berdiri di tengah taman sambil asyik berbicara dengan narasumber, seperti sudah berteman lama. Dan setelah aku mendapatkan banyak info, barulah satu persatu kelompok lain datang menyerbu untuk bertanya dan mewawancarai beliau. Syukurlah aku yang pertama, jadi tidak perlu berebut dengan kelompok lain.

Diri Kita, Bukan Orang Lain

Masalah lagi. Saat aku akan membuat profil, aku hanya kebagian 256 kata. Sangat sedikit. Lalu dengan berani aku mengetik lebih, untuk saja rubrikku pas dan sangat mentok dengan foto. Judul profilku, “Diri Kita, Bukan Orang Lain” Huh! Setelah selesai membuat profil dan memberikan ke “tukang layout”, sebut saja namanya Kak Juni, aku pun pergi ke membantu baskara membuat kerangka penyangga untuk kording kami. Semua masih sama seperti time schedule yang kita buat. Tetapi lama kelamaan time schedule mulai terabaikan dan berantakan.

Padma Kuning!

Artistik dalam berwarna kuning dan artistik luar kita rencanakan berbentuk bunga teratai tetapi berwarna kuning. Teratai adalah Padma. Dan nama team jusnalistik kita adalah Madyapadma. Setelah aku selesai mewarnai karikatur, karikatur artikel, karikatur laput dan karikatur tajuk, aku langsung membantu Baskara mewarnai artistik luar yang sangat besar dan membutuhkan banyak banyak banyak warna kuning. Cat air kuning sudah habis. Dengan kondisi kritis itu team kami mencampur warna oranye dan putih dengan banyak air dan akhirnya lima kelopak bunga teratai pun jadi. Lalu kami menjemur teratai itu. Kelompok lain sudah mulai menempel rubrik mereka masing-masing. Sedangkan kami, rubrik belum di cetak karena ada suatu masalah, entah apa. Baskara sudah mulai memanas. Dan menyuruh Kak Juni agar segera mencetak.

Antara Printer, Tinta, dan Waktu

Sudah mulai mencetak dan menempel. Hanya saja karena software yang kita gunakan adalah facemaker, bukan MS.word. jadi harus memotong sedikit demi sedikit ribrik yang ada. Dan saat mencetak tiba-tiba Baskara berteriak “Aduh!”. Dan entah mengapa pandanganku langsung tertuju kepada Printer dan ternyata memang benar, tinta habis. Dan warna kuning menjadi lebih muda. Kondisi kritis datang, dengan cepat kita mengisi tinta printer kita. Walaupun menghabiskan banyak waktu, setidaknya kami belum menyerah, kami tetap berusaha memberikan yang terbaik.

Terlambat Tetap Semangat

Waktu habis dan semua sudah mulai membersihkan tempat kerja mereka, sedangkan kita masih menempel bagian-bagian. Karena menempel rubrikpun kita menggunakan rumus dan logika. Jika tidak, mungkin hasilnya akan berantakan. Dengan layout kuning tua kuning muda yang serupa dengan warna kulitku yang belang ini. Poin kami sudah dipotong setengah. Dan kami pasrah. Semua kelompok sudah selesai makan, sedangkan kami baru saja mengumpul karya kami. Panitia sudah beberapa kali menegur. Hah!!!

Senyum Kecemasan

Semua peserta berkumpul di aula atas. Dan di sanalah akan diumumkan siapa-siapa saja juara lomba kording dan kelompok mana yang mendapatkan rubrik-rubrik terbaik. Sebelumnya aku melihat wajah-wajah kelompokku, terlihat pancaran kepasrahan dan kecemasan dibalik senyum mereka. Tetapi Kak Ananta, pembina sekaligus pendamping kami tetap memnacarkan ekspresi senyumnya yang tenang itu. Aku, kak Winda, Asti dan Ditha naik ke atas dan duduk. Disusul oleh kak Eka dan Kak Dea lalu teman-teman yang lain. Dan sudah mulai diumumkan.

M3stakung Kurang Mestakung

.... Nama m3stakung sudah beberapa kali di ucapkan sebagai rubrik-rubrik dan artistik terbaik hingga akhirnya aku optimis menang dan lupa dengan kesalahan kami saat mengerjakan kording. Tetapi semesta belum mendukung, kehendak Tuhan bukan lah kami yang mendapatkan juara itu. Smansa sebagai juara 3, SMAN 3 Denpasar I (S’m3rti) sebagai juara 2 dan SMAN 8 Denpasar (Astana) sebagai juara pertama. Seketika aku kaku tetapi berusaha melepas kekecewaan dengan membanggakan diri bahwa aku adalah Madyapadma dan setidaknya team Madyapadma pulang membawa piala.

Kami turun ke bawah dan berbincang-bincang sebentar dengan kak Ananta. Lalu ia mengatakan bahwa ternyata nilai terbesar diperoleh oleh kelompok M3stakung dan seharusnya M3stakunglah yang mendapatkan juara 1, hanya saja karena pemotongan nilai saat terlamabat mengumpul, jadi kita mendapatkan posisi harapan satu dengan selisih 1 poin dengan juara 3. Bukannya perasaan bahagia yang muncul tetapi aku semakin sakit hati dan kecewa dengan apa yang terjadi.

We Are One Of Madyapadma Journalistic Park

Hah. Mau apa lagi. Ini lah pengalaman. Saat ini Tuhan masih menyuruh kita untuk belajar dari pengalaman yang ia berikan. Setidaknya aku adalah Madyapadma. And i’m Proud to be Madyapadma. Sekalipun S’m3rti dan M3stakung saat itu adalah lawan, tetapi kita adalah satu. Madyapadma. (Tar)