Yang Punya

Foto saya
Denpasar, Bali, Indonesia
terbang naik elang, diserempet naga. selamat datang, selamat membaca :)

Selasa, 13 November 2012

17 AGUSTUS di ATAS AWAN

bermalam di gunung agung
17 Agustus. Berkat Trisma aku tau bagaimana perjuangan pahlawan kita untuk mencapai kemerdekaan. Sekolah ini yang mengajarkanku bahwa bukan hal yang mudah untuk mencapai sesuatu. Butuh perjuangan usaha, dan kesungguhan. Datang dan Pergi untuk sebuah cita-cita. Kami tau, bukan perkara yang mudah untuk mendapatkan, tapi apa daya. Maafkan kami, untuk merasakan perjuanganmu, kami "baru" hanya mampu mewujudkannya melalui 17 Agustus di puncak gunung. Tapi, untuk selanjutnya akan kami usahakan, walaupun kami tau, kami bukanlah yang mampu dengan gamblang mengikutimu.

Senin, 05 November 2012

REMAH-REMAH KATA


Remah-remah kata yang manis itu seperti tak ingin berpisah dariku, aku rasa mereka merasa riang karena aku menghargai mereka sebagai kata-kata dan menggunakannya dengan apik. Melekat… Melekat seperti aku adalah ibu yang melahirkan mereka, entah dari mana insting ini aku dapatkan. Seakan-akan “mereka” memang ingin tetap menjadi milikku..

Minggu, 04 November 2012

HANDLING NOSSTRESS

Aku merasakan ini.
Kamu tahu aku sakit hati?
Melihat semua mati di hadapanku.
Dan yang tersisa cuma debu.
Ini serius.
Tentang bumi ini, alam ini, dan kebun di depan rumahku.
Tentang pohon pisang, tentang rumput liat, tentang capung, tentang burung, tentang kenyataan bahwa semuanya tak seindah dulu.
Kita harus menanam kembali hijau saat ini dan nanti.
Kita harus menanam kembali satu saja sangat berarti untukmu.
Tanam saja, tanam sajalah.
Tentang bumi ini, alam ini, dan kebun di depan rumahku.
Tentang pohon pisang, tentang rumput liat, tentang capung, tentang burung, tentang kenyataan bahwa semuanya tak seindah dulu.
Kita harus menanam kembali hijau saat ini dan nanti.
Kita harus menanam kembali satu saja sangat berarti untukmu.
Tanam saja, tanam sajalah.

Lantunan lagu ini...yang bikin canang sari berdendang malam itu... (27/10)

Rabu, 31 Oktober 2012

TRISMA CARNAVAL: a day, wiseness, and togetherness


27 Oktober 2012, not a good day for us, but a good togetherness and a time to show our wiseness...
ya, Bulan Bahasa Trisma 2012. Saat-saat yang seharusnya kami tunggu-tunggu untuk merasakan nikmatnya Bulan Bahasa yang selama 3 tahun ini belum pernah kami rasakan karena kami percaya kalo peryaan bulan bahasa atau Trisma Carnaval adalah  hari yang dinanti-nanti dengan hampir segenap kelas 3 di Trisma.


Jumat, 12 Oktober 2012

Kamis, 04 Oktober 2012

ATTACK!



 Ini ATTACK di pagi hari yang dinginnya sangat menusuk setiap ruas tulangku. 310812, ulang tahun ke-17 dimana sebelumnya aku udah berpesan kepada banyak khalayak kalo ulang tahun ke-17 pengen istirahat dengan tenang di Kota Terindah, Gianyar. Tapi keneh udah bangun jam 11 siang, ternyata jam 6.15 ada 3 orang receh yang juari masuk kamar dengan kondisiku yang masih seksi dengan pose terlentang bersama adikku yang paling kecil, Ega.

Selasa, 06 Maret 2012

3 Jam: Pesona Asik Ubud


Sore, sekitar pukul 02.35 aku dan adikku, Lia berangkat menuju sebuah kota kecil di Kabupaten Gianyar, Ubud. Ini memang rencanaku sejak lama. Sejak lama aku ingin agar bisa menikmati ubud tanpa ada perintah atau kebingungan. Biasanya aku pergi ke Ubud dengan teman-temanku, tapi mereka berbeda, tidak seperti aku. Mereka selalu kebingungan setiap aku ajakan mereka ke Ubud, mereka bukanlah orang-orang yang bisa menikmati keadaan di sekitar mereka. Tetapi aku sudah merasakan pesona dan eksotika Kota yang padat dan kental akan seni dan kekroditannya akan turis domestik maupun mancanegara. Tempat-tempat unik pun tak kurang kulihat di Ubud. Dari dulu aku ingin berkeliling Ubud dan mengabadikan momen ataupun even-even yang sebenarnya sudah tidak awam untuk aku lihat. Bahkan  aku pernah menghabiskan soreku dengan bersepeda di sini. Dan Minggu, 2 Februari 2012 aku menjalankan misiku menikmati Kota Ubud dan mencari anak-anak pelawang barong.
                Sebenarnya liburan ini sudah beberapa kali aku ke Ubud, tapi aku belum puas, bahkan di hari-hari  biasa aku sempatkan diriku untuk ke Ubud, tapi tetap saja aku belum puas dan walaupun aku tau Ubud memiliki limpahan pesona dan keasyikannya. Aku berangkat dengan Vario Pink dan uang Rp50.000,00 untuk mentraktir adikku ini di salah satu rumah makan dengan interior serba hijau dan di dalamnya ada beberapa pernak-pernik lucu, cocok untuk para remaja yang senang dengan Kafe beraksen lucu sebagai tempat bersantai atau sekedar berkumpul. Saat aku sampai, aku melihat 3 orang perempuan cantik yang kiranya berumur sekitar 20 tahun. Mereka sudah memesan minumnya yang aku lihat seperti Es Teh tetapi aroma lemonnya menusuk didinding hidungku. Jadi aku berkesimpulan itu adalah Lemon Tea.
                Aku mulai memesan makananku, dan adikku juga. Jujur saja, rumah makan itu memiliki harga yang cukup susah dijangkau. Tapi, aku ingin sesekali merasakan makanan “mahal” itu. Aku hanya memesan makanan yang berharga 15ribu, sedangkan talia sangat ingin mencicipi makanan berharga 33ribu itu. Sedangkan semua minuman di sana juga mahal. Tetapi ternyata Lia juga sudah membawa uang 50ribu dari papa untuk bekal kita -_- dan akhirnya kami memesan makanan yang cukup mahal. Sebelum pelayan pergi, dia sempat menanyakan “Saudara ya? Mirip banget, idungnya, matanya, pipinya, mulutnya” pembicaraannya berhenti seakan-akan tertahan senyum, aku menjawab “iya, kakak adik.” Dia pun pergi sambil dengan sopannya mengatakan “tunggu yah pesanannya.” dan aku curiga pasti di dalam pikirannya juga ada kata-kata seperti ini “jantuknya apa lagi sama sama nongnong”.
Saat menunggu pesanan datang, aku melihat sosok yang tidak asing lagi dimataku. Dia tanteku yang sudah suka berbisnis sejak muda dan tanteku duduk satu meja dengan 3 orang perempuan tadi. Dengan lantang aku menyapa, “Tanteeeee” dan mulailah pembicaraan kami. Hanya saja kami tetap pisah meja. Setelah makanan datang, aku menyantap dengan wajah yang aku rasa “inosen”. Tapi jujur saja, makanan di sana relatif standar dan tidak seenak makanan yang sering ku beli di pinggir jalan dan di bungkus daun pisang atau bisa disingkat Nasi jinggo. Hah, aku menyesal makan di sana. Saat kita berdiri dan ingin melanjutkan perjalanan dan misiku untuk bertemu anak-anak pelawang barong. Tapi tanteku tiba-tiba agak berteriak “Dik Tara, biar tante aja yang bayar” tapi aku ‘sedikit’ menolak, karena aku merasa tidak enak, makanan yang aku dan talia pesan adalah makanan yang cukup sangata lumayan mahal. Tapi dengan paksaan akhirnya hatiku luluh untuk mengijinkan sang tante cantik membayarkan makanan kami. Saat ini kamu sedikit merasakan getaran-getaran iklan salah satu provider HP yang mengutip tentang liburan gratis ke Bali.
                Setelah menancapkan Varioku sekitar 20 meter, aku mendengar suara dentuman gong khas ala anak-anak dan aku seketika menyebutkan “Barong” walaupun belum bayangnya belum tertangkap bola mata. Ternyata memang benar, dibalik mobil jeep hitam ada sekumpulan anak yang sedang pentas di depan rumah seorang wanita yang mengajak anak bayinya keluar. Dan di sana aku turun lalu memfoto-foto mereka karena memang mereka sangat lucu. Dan kami melanjutkan perjalanan.
                Aku dan Lia sampai di hutan monyet atau monkey forest. Seperti biasa, setiap aku ke sana aku pasti masuk lewat jalur gelap atau bisa dibilang tidak bayar atau singkatnya lagi Gratis. Iya, setiap aku ke sana memang selalu gratis. Setiap aku ke sana aku tidak pernah puas bereksplorasi dan menangkap setiap jepretan bagi para saudara-saudara kita itu. Tetapi, sekarang tidak. Aku mendapatkan cukup banyak  potret mereka. Dan ternyata wajah monyet itu berbeda-beda. Hehe.
                Lalu kami kembali melanjutkan perjalanan dan saat di Ubud square kami melihat sekumpulan anak-anak pelawang barong, dan mereka sedang diganggu oleh beberapa penjaga money changer yang meminta pelawang untuk menari tetapi tidak mau membayar. Menyedihkan. Spontan anak-anak itu pergi dan aku tetap mengikuti mereka dari belakang sambil sesekali berhenti karena jalan di sana sepi akan kendaraan tetapi sangat krodit dengan pejalan kaki. Hingga akhirnya mereka beristirahat dan kami bercengkrama sebentar. Saat aku akan beranjak pulang aku merasakan suatu kepuasan. Aku mulai menemukan keindahan dan keasikan Ubud walaupun hanya 3 jam. Sebelum itu, kami sempat simpang ke salah satu mini market yang sangat menjamur di Bali untuk membeli minuman, dan belum jauh dari minimarket itu aku menemukan keunikan lagi, yaitu mobil yang di corat-coret dengan cat. Lucu sekali.
Sebenarnya aku masih ingin mengajak Lia ke campuhan dan ke sawah yang di tengahnya terdapat bacaan not for sale. Aku juga ingin mengajak Lia ke jembatan campuhan. Tetapi aku ingat janjiku kepada mama bahwa aku harus pulang tepat pukul setengah 6 karena mama mengajakku untuk berlari sore. Saat di jalan pulang aku sengaja melewati desa Mas, ubud karena jalannya tidak berbelak-belok, tetapi sangat apes, kami bergabung dengan Geng Motor yang anggotanya memakai Baju hitam dengan tulisan punggung “Danger! Ride No Limit”. Saat aku ingin menyalip, mereka selalu menghalangi jalan, saat aku sengaja melambatkan motor, mereka tidak kalah lambat. Jadi aku terpaksa menerobos mereka dan ternyata hingga akhirnya aku sampai rumah mereka menempuh rute yang sama dengan kami.
Ubud, sangat indah dan eksotis. Walaupun sering aku menghirupkan nafasku di sana, tapi kali ini aku benar-benar merasa sedikit puas dengan perjalananku di Ubud.

Senin, 06 Februari 2012

Menjenguk Saudara Kita


Sore itu ketika aku dan adikku, Lia selesai menyantap masakan makan siang kita yang agak terlambat, kami datang ke sebuah Hutan di kawasan Ubud untuk menjenguk beberapa saudara kita yang mungkin saat itu sedang sakit, bahagia, punya anak, menikah, atau sebagainya. Iya, Monkey Forest.

Ubud, Punya Kita


"R" Perrrrrrrrtama


22 Januari 2012 tepatnya hari minggu, umur Ega 5 tahun 1 bulan. Lucu banget. Ega itu adik ku yang paling kecil dan yang paling susah dibilangin, sombong, gaya, cool, dan yang paling deket sama aku. Ganteng tapi nakal.

Sabtu, 04 Februari 2012

Hukuman Selama 16 Tahun


Hukuman Selama 16 tahun
            Waktu itu liburan, dan waktu itu penampahan galungan, kita makan malem bareng seperti biasanya. Nah, entah dari mana asal muasal nya kita jadi ngebahas tentang hukuman gitu. Rasanya karena Tasya, adikku yang ngebahas duluan pas aku dihukum karena dia. Dan emang bener aku pernah di hukum kayak gitu. Maksudku bikin postingan ini ya supaya kalian tau aja sih -_- selama umurku 16 tahun ini ada beberapa hukuman terberat yang pernah dikasi ke aku dari orang tuaku, eh salah, papaku aja sih.

Bobok Endong :p

Inget jaman dulu, lagu ini ngingetin aku sama papa. sama ngingetin aku pas masih kecil dulu. Setiap aku ngga bisa tidur pasti di gendong sama papa sambil dinyanyiin lagu ini. maklumlah, sekarang aku jadi anak rantauan.emang sih masih sebelahan kotanya. Gianyar-Denpasar. tapi lumayan jauh dan melelahkan kalau setiap hari harus bolak balik gianyar denpasar, apalagi ini gianyar kota. jadi aku pulang setiap sabtu dan balik ke denpasar setiap minggu sore ke denpasar. kadang-kadang kangen sama papa. terus suatu hari aku inget sama satu lagu yang sering papa nyanyiin pas aku kecil dulu, pas aku masih harus digendong dan dinyanyiin sebelum bobo. Judul lagunya, Negeri di Awan yang dinyanyiin sama Katon Bagaskara.

Kamis, 02 Februari 2012

Apalah Arti Sebuah Nama




Ega -__- adikku yang paling bontot yang paling deket sama aku. Pande Putu Ega Reswara, namanya itu aku yang ngasi. Sebenernya udah dari lama aku pengen punya adi cowok namanya Ega, tapi harapanku dipupuskan oleh kedua orang tuaku selama 11 tahun. Kenapa pupus, karena pertama aku udah punya adik cowok diumurku yang ke 3 tahun, sedangkan saat aku 3 tahun itu aku belum bisa ngomong dengan jelas dan belum tau bakalan punya adik, dipikiranku aku adalah anak tunggal yang paling disayang. Dan akhirnya anak lelaki itu di beri nama Pande Made Calvin Agastya oleh kedua orang tuaku. Gagal lagi punya adik namanya Ega.

Sabtu, 28 Januari 2012

Ini Trismaku, mana Trismamu?

Terkadang, hal ini terbesit saat aku diam. hal yang mungkin terlihat sepele di mata orang-orang. hal yang mungkin hanya sekedar "tempat lewat" di pandangan orang-orang. tapi tidak bagiku. Aku punya Trismaku sendiri. Aku punya pandangan sendiri tentang Trisma dan tidak ada yang boleh melarangku untuk berpendapat. Biasanya "tawa" mareka aku dapat dari suatu tempat di Trismaku, tapi.... sekarang semuanya berubah.

Pemimpin redaksi Madyapadma 34 Trisma

Pemimpin Redaksi Madyapadma Journalistic Park 34
Ni Putu Kompyang Ratna Dewi

Bendahara Umum Madyapadma 34 Trisma

Pande Putu Tara Anggita Indyaswari, Bendahara Umum Madyapadma Journalistic Park 34 Trisma

Sekertaris 2 Madyapadma 34 Trisma

Adnya Swari, Sekertaris 2 Madyapadma Journalistic Park 34
blog: www.pinkdermagaceria.blogspot.com

Sekretaris 1 Madyapadma 34 Trisma

Putu Indah Dianti Putri, Sekretaris 1 Madyapadma Journalistic Park 34

Wakil Pemimpin Umum Madyapadma 34 Trisma

Destarita Rahmawati, Wakil Pemimpin umum Madyapadma Journalistic Park 34

Pemimpin Umum Madyapadma 34 Trisma

Nama: Putu Ayu Suastidewi
Jabatan: Pemimpin Umum Madyapadma Journalistic Park 34
Alamat: Batubulan Gianyar
TTL: 22 Januari 1996
Facebook: Asti Dewi


Minggu, 22 Januari 2012

Siapa dia? *amnesia

Sungha Jung


Sungha Jung (Born South Korea on September 2, 1996) Hi, I'm Sungha Jung from South Korea.
My dream is to become a professional acoustic fingerstyle guitarist.

I had been watching my dad play the guitar for awhile b
efore I finally jumped on it myself three years ago.

selama hilang...

ha!
aku datang dengan tulisan yang mungkin kurang menarik dan kurang berkesan dan kurang kelebihan jadi, baca aja kalo lagi ga ada kerjaan.
jadi, selama ini aku udah hilang atau bisa dibilang mengasingkan diri di kamar karena suatu keterpurukanku dengan suatu hal yang sangat susah bikin aku bangkit lagi.
tapi aku salah, selama terpuruk itu aku malah semakin ga berkembang, jadi sekarang aku datang dan memberikan kalian semangat baru lagi. jujru saja, udah banyak banget hal yang pengen aku tulis selama aku hilang itu. tapi jujur lagi, aku lupa dengan apa saja yang pengen aku tulis --"
yah beginilah seharusnya kapan inspirasi itu datang seharusnya kita menghargainya.
bukan didiemin atau ditinggal gitu aja
misalnya kayak aku waktu itu. aku udah mau nulis seusatu yang panjang nya beberapa bab ya mungkin, tapi aku pikir "nanti aja deh" jadi sekarang inspirasi itu pergi padahal inspirasi itu berharga banget buat ngiasin blog ku yang kesepian ini. aku harap di tahun baru ini di tahun 2012 ini aku bisa mosting lebih dari 1-- tulisanku atau cuman sekedar foto, (harap)

GONG XI FA CHOI 2563


halo, tara datang dengan semangat
baru di tahun baru imlek 2563 di tahun 2012 ini. tahun naga dateng nih. oke udah lama emang tara ngga dateng dan nulis di blog ini. kangen juga. template belum juga berubah. huh.
tapi sudahlah, tara mau dateng dengan penuh semangat dan senyum seperti yang aku janjiin di blog ini, sharing tawa. ya ayo kita sharing tawa kita. kalo sedih boleh disharing juga, tapi selama mampu, aku bakalan sharing tawa terus. xixixixixixixixi begitu kata orang alay.
sebenernya selama in iaku hilang karena lagi terpuruk gitu deh, tapi berhubung nama blog ini sharing tawa, ya kalo teruruk atau sedih atau apalah, sebisa mungkin ngga aku share :p
jadi latar belakang aku posting ini, karena